Menggali Potensi Rawa Pening Eco Tourism: Mahasiswa STIEPARI Semarang Sukses Gelar “Kuliah Praktik Terintegrasi” di Desa Wisata Asinan

Menggali Potensi Rawa Pening Eco Tourism: Mahasiswa STIEPARI Semarang Sukses Gelar “Kuliah Praktik Terintegrasi” di Desa Wisata Asinan

ASINAN, BAWEN – Desa Wisata Asinan kembali menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi unggulan berbasis edukasi dan lingkungan (Eco Tourism). Pada [Isi Tanggal Kegiatan] lalu, Desa Wisata Asinan menyambut kedatangan rombongan mahasiswa semester 2 dari STIEPARI Semarang. Kehadiran mereka merupakan bagian dari program paket wisata Live In selama 2 hari 1 malam dengan mengusung tema yang sangat relevan, yaitu "KULIAH PRAKTIK TERINTEGRASI".

Bagaimana keseruan petualangan edukatif para mahasiswa di desa kami? Simak catatan kegiatannya berikut ini!

Hari Pertama: Kehangatan Warga dan Selayang Pandang "Rawa Pening Eco Tourism"

Rombongan mahasiswa tiba di Desa Wisata Asinan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Begitu sampai, mereka langsung diarahkan menuju homestay milik warga setempat. Konsep live in ini sengaja dipilih agar mahasiswa dapat merasakan langsung kehangatan, keramahan, serta denyut nadi kehidupan masyarakat pedesaan Asinan.

Sarasehan Interaktif & Pengenalan Potensi Desa

Setelah beristirahat dan membersihkan diri, kegiatan formal dimulai pada pukul 19.00 WIB melalui acara Sarasehan. Acara ini dipandu langsung oleh Pengelola sekaligus Marketing Desa Wisata Asinan, Wahyu Kusuma Dewi, S.Pd., M.M.

Dalam paparannya, Beliau mengenalkan keindahan alam, budaya, dan potensi strategis yang dimiliki desa. Fokus utama diskusi malam itu membedah branding utama desa, yaitu "Rawa Pening Eco Tourism"—sebuah konsep pariwisata berkelanjutan yang menyatukan kelestarian alam Rawa Pening dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis. Para mahasiswa semester 2 ini tampak kritis dan antusias menggali ilmu tentang bagaimana mengelola sebuah desa wisata secara profesional dan inovatif.

Penutup Malam yang Berkesan

Sebagai penutup rangkaian hari pertama, para mahasiswa disuguhkan pertunjukan hiburan menarik berupa kesenian lokal asli Desa Wisata Asinan. Alunan musik dan gerak tari tradisional tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana transfer budaya agar generasi muda tetap mencintai warisan leluhur.

Hari Kedua: Kunjungan Edukasi, Kelestarian Alam, dan Kuliner Khas

Hari kedua diawali dengan semangat pagi yang bugar. Mahasiswa bersama warga dan pengelola melaksanakan senam pagi bersama untuk menyegarkan badan, dilanjutkan dengan sarapan bersama menikmati menu makanan sehat khas pedesaan.

1. Edukasi Pembuatan Perahu Tradisional

Masuk ke agenda inti Kuliah Praktik, mahasiswa diajak melihat langsung proses pembuatan perahu tradisional. Perahu kayu ini merupakan karya asli pengrajin Desa Asinan yang menjadi urat nadi transportasi dan wisata di Rawa Pening. Mahasiswa belajar tentang teknik pemilihan bahan hingga proses perakitan yang membutuhkan keahlian khusus.

2. Plesiran Rawa & Tebar Benih Ikan (Restocking)

Tak lengkap rasanya ke Asinan jika tidak turun ke air. Mahasiswa berkesempatan menaiki perahu wisata untuk plesiran menyusuri keindahan Rawa Pening. Tidak sekadar berwisata, sebagai wujud nyata dari tema Eco Tourism, mahasiswa melakukan aksi lingkungan berupa penebaran benih ikan. Langkah kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan populasi ikan dan melestarikan ekosistem perairan Rawa Pening.

3. Praktik Pembuatan Nugget Ikan Red Devil

Salah satu tantangan lingkungan di Rawa Pening adalah ledakan populasi ikan Red Devil yang bersifat predator. Mengubah tantangan menjadi peluang, pengelola mengajak mahasiswa melakukan praktik olahan pangan kreatif: Pembuatan Nugget Ikan Red Devil. Melalui praktik ini, mahasiswa belajar bagaimana mengolah ikan predator yang awalnya dianggap hama, menjadi produk kuliner yang bernilai ekonomi tinggi dan sarat gizi.

4. Makan Siang Bersama: Sajian Ikan Bakar Khas Rawa Pening

Rangkaian kegiatan Live In ditutup dengan manis melalui acara makan siang bersama. Menu yang disajikan tidak lain adalah Ikan Bakar Khas Rawa Pening yang segar, gurih, dan kaya bumbu, langsung dari hasil tangkapan lokal.

Kesan Pengelola: "Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kunjungan dari rekan-rekan mahasiswa STIEPARI Semarang. Tema 'Kuliah Praktik Terintegrasi' ini sangat cocok dengan visi kami di Desa Wisata Asinan. Di sini, teori pariwisata, manajemen, dan pelestarian lingkungan benar-benar dipraktikkan langsung di lapangan. Semoga pengalaman dua hari ini membawa manfaat besar bagi studi mereka," ujar Ibu Wahyu Kusuma Dewi, S.Pd., M.M.

Kunjungan singkat namun padat makna ini menjadi bukti nyata bahwa Desa Wisata Asinan siap menjadi laboratorium alam dan budaya bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Sampai jumpa di paket wisata berikutnya! Ayo dolan ning Deso Wisata Asinan!

Penulis: Tim Media Center Desa Wisata Asinan Foto Kegiatan: [Tautan Galeri Foto]