Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Merti Dusun Krajan Asinan

Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Merti Dusun Krajan Asinan
Sabtu Pahing malam Minggu Pon, 8 Desember 2018 , segenap warga Dusun Krajan Asinan terlihat antusias melaksanakan serangkaian acara Merti Dusun.  Merti dusun (secara harfiah berarti bersih dusun), hal ini dinilai  tidak hanya bertujuan menyampaikan rasa syukur atas berkah dan rahmat  yang diberikan Tuhan. Lebih dari itu, tradisi ini dinilai dapat mempererat tali silaturahmi dan juga memajukan seni tradisi budaya yang hidup di tengah masyarakat.Acara tradisi Merti Dusun ini dige­lar sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan, atas limpahan berkah dan karunia-Nya yang telah diberikan, seperti limpahan rezeki berupa hasil panen, keselamatan, serta ketentraman dan keselarasan hidup dalam tatanan hidup bermasyarakat.
Semangat untuk menghidupkan tra­disi ini sendiri, sudah dilakukan sejak  bertahun-tahun. Di bawah kepe­mimpinan Kepala Desa, Lilik Argo Lukito, kegiatan ini kemudian mulai diagendakan untuk diadakan setiap tahunnya. Menurut Rusydi, Kepala Dusun Krajan dengan meng­gelar acara Merti Dusun, di harapkan masyarakat desa kedepan dapat kem­bali memperbaiki  hubungannya dengan Tuhan, alam dan sesama manusia.
Kemudian, menurut cerita Bejo Alwi, tradisi Merti Dusun ini adalah Tradisi yang sudah eksis sejak zaman Mataram Kuno dan kemudian Mataram Islam, dan terus eksis hingga sekarang ini, masyarakat kembali diajarkan un­tuk menghormati dan bersyukur kepada Tuhan atas kenikmatan yang diberi­kan. “Kemudian juga hormat dan bakti kepada guru, orang tua, dan leluhur. Kemudian, terkait hubungan dengan semesta, kita diajarkan untuk menjaga alam sekitar untuk diselamatkan, agar memproduksi hal baik dan tradisi ini diwariskan kepada anak cucu,” katanya.
Dalam perayaannya, acara Merti Dusun ini selalu digelar setiap tahun menjelang  panen raya. Meskipun tahun ini terjadi wabah hama tikus di wilayah persawahan Desa Asinan dan sekitarnya. Dan pada konteks muatan perayaan bersih desa ini tak pernah lepas dari nilai filosofi tradisi Jawa, yang pada saat itu dalam gelaran­nya dipentaskan pementasan wayang kulit semalam suntuk, yang pada kesempatan ini  dimainkan sebuah lakon " Semar Mbangun Padepokan" oleh dalang Ki Wisnu Hadi Sugito dari Yogyakarta.
Pagelaran  wayang kulit dipilih warga karena pentas wayang pada dasarnya adalah media yang luwes dan ampuh untuk menyampaikan pesan moral kepada warga desa Asinan. Karena wayang kulit dianggap bukan sekadar tontonan yang menghibur, melainkan kerap juga dijadikan tuntunan berdasarkan alur cerita positif yang dibawakan si dalang.
Kedepannya semoga dengan pelaksanaan tradisi merti dusun ini bisa menambah rasa syukur kepada Allah Tuhan yang Maha Esa, serta menambah rasa kekeluargaan dan kerukunan warga dusun Krajan pada khususnya dan Warga Desa Asinan pada Umumnya.