Desa Wisata Asinan yang sejuk alami terletak di sekitar Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, baru-baru ini kembali kedatangan tamu spesial dari mahasiswa STIEPARI Semarang. Kunjungan Paket Wisata Asinan Tour Mourning 9 ATM ) ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, tapi experience seru penuh ilmu dan inspirasi yang menggabungkan budaya, edukasi serta inovasi.
Tiba di Desa Wisata Asinan, mahasiswa STIEPARI disambut dengan welcome dance yang memukau. Tarian tradisional ini menjadi pembuka yang sempurna untuk petualangan mereka karena mereka tidak hanya menonton tapi langsung diajak menari bersama. Tak ketinggalan, mereka juga disuguhi welcome drink dan snack khas desa yang lezat. Sambutan hangat ini membuat mereka merasa nyaman serasa datang di kampung halaman sendiri. Petualangan dilanjutkan dengan berlayar di Rawa Pening. Keindahan danau yang dikelilingi pemandangan indah dari Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu dan Gunung Sindoro yang memanjakan mata. Sembari menikmati pemandangan, mahasiswa STIEPARI belajar melestarikan ekosistem Rawa Pening dengan menabar benih ikan ke dalam Rawa Pening.

Desa Wisata Asinan bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga edukasi. Mahasiswa STIEPARI berkesempatan mengunjungi tempat pembuatan pupuk organik. Mereka belajar tentang proses pembuatan pupuk yang ramah lingkungan dari pengolahan encneg gondok dan sekaligus belajar manfaatnya bagi pertanian. Selanjutnya, mereka mengunjungi tempat pembuatan kerajinan perahu kayu. Di sini, mereka melihat langsung proses pembuatan perahu tradisional dan belajar tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Salah satu kegiatan yang paling baru adalah tebar benih ikan. Mahasiswa STIEPARI berkesempatan berinteraksi langsung dengan alam dan berkontribusi pada pelestarian ekosistem danau. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Desa Wisata Asinan juga dikenal dengan inovasinya dalam mengolah limbah. Terbuki kegiatan ini yang paling mind-blowing saat mahasiswa STIEPARI diajak belajar mengubah limbah jadi berkah. Selain mereka berinovasi membuat pupuk asam humat dari eceng gondok dan briket dari limbah kayu sebagai pengganti gas bahan bakar. Keren banget, kan? Selain mengurangi limbah, produk-produk ini juga punya nilai ekonomi yang tinggi. Ini bukti nyata kalau anak muda bisa jadi agen perubahan buat lingkungan. Inovasi ini menunjukkan potensi limbah sebagai sumber daya yang bernilai. Kunjungan mahasiswa STIEPARI ke Desa Wisata Asinan memberikan pengalaman tak terlupakan. Mereka belajar banyak hal baru, mulai dari budaya, edukasi, hingga inovasi. Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata potensi Desa Wisata Asinan sebagai destinasi wisata yang lengkap dan berkelanjutan karena semua pengunjung berkesempatan berinteraksi langsung dengan alam dan berkontribusi pada pelestariannya. { Wakude }
Segera jadwalkan kunjungan Anda bersama teamwork dengan menghubungi bagian marketing :
Dewi : 082138001823
Ana : 085876378683
Ema : 08574140217



