
Dalam upaya memperkaya pengetahuan dan pengalaman di bidang kewirausahaan dan pelestarian lingkungan hidup khususnya ekosistem Rawa Pening, sekelompok mahasiswa pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang melakukan kunjungan edukasi ke Desa Wisata Asinan. Desa yang terletak di sekitar Danau Rawa Pening ini menawarkan paket wisata unik yang menggabungkan pembelajaran tentang wirausaha dengan upaya pelestarian lingkungan di sekitar Rawa Pening.
Kunjungan diawali dengan penyambutan di Joglo Sabdo Palon, sebuah bangunan tradisional yang menjadi pusat kegiatan desa wisata yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS ) yang bernama TIRTA AMARTA. Di sini, para mahasiswa disambut ramah oleh Tim Pokdarwis tersebut dan sajian welcome drink khas desa yaitu minuman Teh Telang Rempah ( Lampah ), dan makanan ringan khas desa ( Aneka olahan Umbi-Umbian ). Selanjutnya anggota kelompok sadar wisata Tirta Amarta yang menjadi pemandu mereka selama kegiatan berlangsung.
Salah satu kegiatan yang paling menarik bagi para pengunjung dari Pasca Sarjana UNDIP ini adalah belajar proses pembuatan perahu tradisional. Mereka diajak langsung ke tempat pembuatan perahu untuk melihat dari dekat bagaimana perahu-perahu yang digunakan nelayan setempat dibuat secara manual dengan menggunakan alat-alat mekanik jaman dulu. Selain itu, mereka juga belajar tentang proses pembuatan pupuk organik asam humat dari limbah tanaman eceng gondok yang melimpah di sekitar Danau Rawa Pening. Pembuatan pupuk ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kualitas air Rawa Pening sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan di sekitar Rawa Pening.
Setelah aktif bergerak, saatnya memanjakan lidah dengan kuliner khas Rawa Pening. Ikan bakar, oseng genjer, wader, dan rempeyek udang menjadi hidangan yang paling dinantikan. Rasa segar ikan hasil tangkapan langsung dari Rawa Pening, dipadukan dengan sayuran lokal dan rempeyek yang gurih, memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Program edukasi wisata ini dirancang khusus untuk menarik minat remaja dan akademisi yang memiliki jiwa petualang sekaligus pecinta lingkungan. Kombinasi antara kegiatan belajar yang bermanfaat dengan pengalaman wisata yang menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri.
"Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami," ujar Arif, salah satu peserta kunjungan. "Kami tidak hanya belajar tentang wirausaha, tetapi juga tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama Danau Rawa Pening."

Desa Wisata Asinan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan dan wisata yang menarik. Dengan paket edukasi yang beragam, desa ini dapat menarik minat tidak hanya mahasiswa, tetapi juga wisatawan umum dari tingkat PAUD, SD, SMP dan SLTA yang ingin belajar tentang budaya, tradisi, dan kelestarian lingkungan hidup. "Kami berharap kunjungan ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk menciptakan usaha-usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujar Jarot selaku Ketua POKDARWIS. "Kami juga berharap dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan akademisi dan instansi terkait untuk pengembangan Desa Wisata Asinan," sambungnya.
Kunjungan mahasiswa pascasarjana UNDIP ke Desa Wisata Asinan membuktikan bahwa wisata edukasi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang berharga. Dengan memadukan unsur budaya, lingkungan, dan wirausaha, program ini berhasil menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengembangkan potensi diri dengan berani mengambil keputusan untuk berwirausaha mengolah bahan-bahan murah yang tersedia di sekitarnya. {WAKUDE}


